Langkah Pertama Mencintai Diri Sendiri

Kemarin saya ditanya seorang teman mengenai “How to love / appreciate ourself?”. Pertanyaan yang menjadi refleksi buat saya sendiri.

Gimana caranya kita mencintai diri kita sendiri? Apakah dengan memenuhi kebutuhan diri? Menyenangkan diri? Me time yang sering disebut-sebut orang banyak? Relaksasi dan meditasi? Self hypnosis untuk menanamkan value self love dalam alam bawah sadar?

Buat saya pribadi, berdasarkan pengalaman yang saya rasakan selama ini, langkah pertama mencintai diri sendiri adalah menyadari bahwa Allah mencintai kita, sangat mencintai kita.

If Allah doesn’t love us, why would He create us at the first place?

Banyak sekali bukti bahwa Allah mencintai kita, bukan sekedar rizkiNya yang selalu mengalir tanpa diminta. Tapi Allah menciptakan kita as a human being saja sudah bentuk kasih sayangNya yang sangat besar. Manusia dibolehkan untuk memilih segala keputusan di hidup. Tidak seperti malaikat yang tak punya pilihan selain beribadah, namun derajatnya tidak lebih tinggi dari manusia yang bertakwa.

Menjadi manusia adalah karunia yang sangat besar.

 وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan , Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dibandingkan kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(Al-Israa’ : 70)

Tanpa perasaan dicintai Allah, kita akan terus mempertanyakan mengapa kita hidup, mengapa kita dibebani kehidupan, mengapa kita diikat oleh moral, mengapa banyak sekali kewajiban, mengapa dan mengapa yang intinya mempertanyakan eksistensi kita. Merasa ga berharga.

Namun, perasaan dicintai Allah justru akan menunjukkan kita pada jawaban yang menenangkan, yang akan membuat kita merasa semakin dicintaiNya. Merasa percaya diri. Merasa kuat dan berani, karena ada ultimate dan infinite resources dari yang Maha Memiliki.

Kalau kamu belum merasakannya, tidak apa-apa. Membaca tulisan ini saja sudah menjadi takdirmu bahwa kamu kelak akan merasakannya. Cepat atau lambat. Karena Allah rindu sekali pada kita. Tapi, apakah kita justru menjadikan kesibukan kita, keluarga kita, karir kita, sebagai penggantiNya?
 
Betapa pilunya rindu menusuk jiwaKu
Semoga kau tau isi hatiKu
Dan seiring waktu yang terus berputar
Sepenuhnya Aku ingin memelukmu
Mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
Setulusnya Aku akan terus menunggu
Menanti sebuah jawaban tuk memilikimu
Padi – Menanti Sebuah Jawaban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.