Bukti Cinta Pertama dari Allah

Di tulisan lalu, saya share bahwa langkah pertama mencintai diri sendiri adalah merasa dicintai Allah. Apa buktinya Allah mencintai kita?

Bukti cinta itu bermula dari sejak penciptaan.

Di Story Night “Whisper” akhir tahun lalu, Ustadz Nouman Ali Khan cerita bahwa berita akan diciptakannya makhluk yang impresif santer beredar di kalangan malaikat. Saat itu malaikat dan golongan jin yang sangat sholeh hingga derajatnya setinggi malaikat, baru saja selesai memerangi makhluk bumi yang gemar berbuat kerusakan dan pertumpahan darah.

Allah mengajak malaikat untuk meeting membahas akan diciptakannya magnificent creature yang disebut manusia untuk jadi khalifah di bumi. Saat meeting itu, golongan jin yang shaleh itu tentu aja ikut, karena dia disetarakan dengan malaikat.

Kabarnya, Allah akan menciptakan makhluk ini langsung dengan tanganNya (HR. Bukhori, 3340 dan Muslim, 194) yang mana hal ini tidak terjadi pada makhluk-makhluk sebelumnya kecuali  Arsy, pena, dan surga Adn

Malaikat super kaget sampai-sampai malaikat mempertanyakan keputusan Allah itu. 

Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?“, kata malaikat.

Jin seneng banget denger malaikat nanya gitu. Dia nya mah diem bae. Kesel juga sih sebenernya. Insecure. Tapi mendem. Dia yang udah taat banget selama ini, bahkan dengan ketaatannya itu ia disetarakan dengan malaikat, cemburu dengan tiba-tiba akan diciptakannya makhluk baru ini. Apalagi makhluk itu akan diciptakan dari tanah!

Namun, Allah berkata, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui“.

Kata-kata Allah ini membuat malaikat patuh, karena ia memang diciptakan untuk patuh. Sedangkan jin yang shaleh tadi memang diciptakan dengan diberi pilihan untuk patuh atau tidak. Ternyata ia menggerutu di dalam hatinya. Karena kecemburuan dan insecuritynya itu, ia mulai membentuk alternate reality di kepalanya.

Ia menolak kehadiran manusia yang diciptakan dari tanah karena menurutnya tidak lebih keren dari dirinya yang diciptakan dari api. Padahal, tanah adalah unsur yang menumbuhkan. Apapun yang jatuh ke tanah dapat hidup subur dan menjadi berkah, sedangkan apapun yang jatuh ke dalam api akan lenyap dan hancur. Tanah berfungsi dengan baik dengan menumbuhkan, api berfungsi dengan baik jika menghancurkan apa yang menjadi bahan bakarnya. Dan tanah adalah unsur yang paling cepat memadamkan api.

Top 90 Jealousy Quotes You Must Read Before Hurting Yourself ...

Kecemburuannya membuat jin tidak menyadari hal itu. Padahal, penciptaan manusia ini juga tidak membuat posisinya sebagai jin shaleh akan direbut manusia.Tidak akan ada yang berkurang dari apa yang ia miliki, dari posisinya saat ini, dengan diciptakannya manusia.

Tapi insecurity yang berbuah kecemburuan dan membanding-bandingkan dirinya membuat jin shaleh ini mulai merasa lebih baik dari manusia. Ia lupa bahwa selain diciptakan dari tanah, manusia juga diciptakan dengan kesempurnaan penciptaan (yang memungkinkan manusia menyeimbangkan diri dari kutub negatif dengan kutub positif) dan Allah tiupkan ruh ciptaanNya yang memungkinkan manusia untuk selalu connect dengan Allah.

“Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”” (QS. Sad: 72)

Namun jin mulai mempersalahkan Allah dalam hatinya. Ia menyalahkan Allah mengapa ia diciptakan dari api sehingga ia berapi-api. Ia menyalahkan Allah tentang penciptaan dirinya. Allah tau? Tentu tahu. Tapi selama hal itu tidak menjelma dalam perbuatan, Allah tidak mempermasalahkannya.

Hingga tibalah saat Allah mulai menciptakan manusia dan memerintahkan semua malaikat termasuk jin shaleh itu untuk bersujud kepada Adam as.

Yang Allah maksud dengan bersujud di sini bukanlah bersujud kepada Adam as, tetapi bersujud kepada penciptaan Adam as. Selayaknya pencetak gol tersungkur sujud ketika di detik-detik terakhir pertandingan. Bukan sujud kepada bola yang masuk ke gawang lawan, tapi bersujud karena perjuangan masuknya bola ke gawang lawan. Juga seperti kita standing applause kepada penciptaan karya lukis atau penampilan artis yang superkeren, bukan standing applause terhadap karyanya tapi penciptaannya kan.

Hingga tiba saatnya bersujud, semua malaikat bersujud, kecuali golongan jin yang kemudian kita kenal dengan sebutan iblis. 

“kecuali Iblis; ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.” (QS. Sad: 74)

Sehingga terusirlah iblis dari surga. “(Allah) berfirman, “Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk.” (QS. Sad: 77)

ye het

Penciptaan manusia adalah penciptaan yang mulia sejak awalnya.

Allah menciptakan Adam as dengan tanganNya langsung dimana makhluk lain dengan “kun fayakun”, Allah sudah sejak awal merencanakan penciptaan manusia sebagai magnificent creature, manusia diciptakan dengan kejadian yang sempurna dan diberi kemampuan menyeimbangkan dirinya dari tarikan negatif dan positif, dan manusia diberi ruh yang berguna untuk membuat kita selalu terhubung dengan Allah.

Jika kita merasa rendah diri dan tidak mencintai diri sendiri, sadarilah itu yang iblis mau. Iblis mau kita merasa hina seperti ia terhina di hadapan Allah. Iblis mau kita merasa buruk karena terbuat dari tanah seperti alternate reality di kepala iblis. Iblis mau kita tidak menyadari 2 kemampuan kita yang lain (selalu menjadi diri yang seimbang dan selalu bisa terhubung dengan Allah).

Dengan kamu membaca kisah ini, saya harap benih cintamu kepada diri sendiri mulai bersemi. Kamu layak mencintai dirimu sendiri, karena Allah mencintaimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.