Peta Aktivitas Agar Menjadi Ibu Produktif – #NHW7

Bismillahirrahmanirrahim

Halo teteh-teteh tim Matrikulasi IIP Batch 4, kembali lagi tulisan ini tentang NHW, wkwk. Kapan ini nulis selain NHW euy..

NHW kali ini saya diminta untuk melakukan asesmen ST30 di www.temubakat.com. Berhubung saya udah ikut talents mapping berjuta kali (lebay, cuma 4 kali), yang saya lampirkan adalah ST30 dari hasil talents maping paling mutakhir (2013). Nah, setelah asesmen, kita diminta memetakan aktifitas dalam kuadran-kuadran sehingga ditemukanlah aktifitas produktif saya.

Nah, ini dia ST30 saya..

Peta Potensi

Dari ke-empat hasil talents mapping saya, potensi kekuatan saya yang selalu konsisten ada adalah creator (ada di 4 hasil TM dengan skor lebih dari 85), communicator (ada di 3 hasil TM), visionary (ada di 2 hasil TM), dan educator (ada di 2 hasil TM).

Sisanya timbul tenggelam tergantung kondisi saya saat itu, misalnya saya punya potensi kuat di aktivitas memotivasi (motivator) karena saya baru dinobatkan menjadi the best teacher ever oleh murid-murid saya (namun kayaknya the worst teacher ever buat sekolah dan guru-guru wkwk).

Btw, beberapa hari yang lalu, ada yang add saya di fb, ternyata sesama alumni sith itb, dan skrg doi jadi guru di tempat saya dulu (2011-2012) ngajar.

Nah, setelah terpetakan potensi kekuatan saya apa, saya perlu mendefinisikan aktivitas produktif saya apa saja dalam kuadran.

 

Aktivitas yang saya masukkan ke dalam kuadran adalah jenis aktivitas yang tertuang di panduan dan hasil talents maping. Berhubung kata Abah Rama penentuan jenis aktivitas ini sudah melalui riset, jadi saya pake yang ini aja supaya terarah.

Saya udah nebak kalo pembagian peta aktivitas dalam empat kuadran ini berfungsi untuk memetakan aktivitas produktif kita dan mengerucutkan misi hidup kita. Jadi, arahnya ke aktivitas yang 4 E alias Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn :p Intinya mah nyambung lah sama NHW-NHW sebelumnya.

Jadi, aktivitas produktif adalah jenis aktivitas yang ada di kuadran BISA-SUKA. Tingkatan keduanya adalah BISA-TIDAK SUKA, mungkin karena memang tuntutan eksternal.

Penentuan BISA-TIDAK BISA dan SUKA-TIDAK SUKA dapat dengan mudah dilihat dari hasil TM yang penuh kotak-kotak di atas.

  • BISA adalah jenis-jenis aktivitas yang berwarna merah atau kuning di kotak dalam.
  • TIDAK BISA adalah yang berwana hitam atau abu di kotak dalam.
  • SUKA adalah yang berwarna merah atau kuning di kotak luar.
  • TIDAK SUKA adalah yang berwarna hitam atau abu di kotak luar.

Namun, bisa juga kotak dalam warna kuning atau merah itu saat ini kita rasa masuh kategori “tidak bisa” karena tidak pernah dilakukan, padahal sebenarnya kita punya potensi besar disana. Semacam butuh jam terbang aja sebenernya.

Jadi, selain pake diagram talents maping di atas, khusus kuadran BISA (baik yang saya suka maupun tidak suka), saya adaptasikan juga dari hasil analisa potensi kekuatan saya, yaitu hasil analisa yang dibuat berdasarkan bakat dominan pertama (urutan satu sampai dengan tujuh) dan tujuh bakat berikutnya (urutan delapan sampai dengan empat belas), dengan memperhitungkan pengaruh dari bakat yang tidak dominan (urutan terbawah). 

 

bisa – suka

Aktivitas BISA – SUKA ini mengarah ke dua potensi kekuatan saya, yaitu creator dan communicator. Saya salin dari panduan hasil TM, definisi keduanya adalah :

Creator adalah orang punya banyak ide, berpikiran jauh ke depan dan atau strategis sehingga dapat membuatnya menjadi kenyataan.

Communicator adalah senang menjelaskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa baik lisan maupun tertulis, dan umumnya suka tampil di depan.

Soal tampil di depan ini, seminggu sebelum taaruf, saya “dipaksa” psikotes dulu sama Mba di kantor buat asesmen kebutuhan internal dan dan dorongan eksternal saya kayak gimana, supaya bisa disampein ke calon. Nah, disitu kelihatan lah kalo saya teh netral lah kebutuhan untuk ngomong di depan dan menunjukkan (kemampuan) diri kalo secara internal mah, tapi kalo ada tuntutan dari luar malah jadi mau.

Jadi, saya menemukan misi spesifik saya dari kegiatan-kegiatan ini adalah seputar menyampaikan ide, gagasan, pemikiran, informasi, dalam sebuah karya (kalo bisa sih dari balik panggung yang cuma sesekali aja ke atas panggung). Medium komunikasinya cemacem, bisa tulisan, gerakan, produk kreatif, vlog, etc.

Kuadran ini adalah kuadaran aktivitas produktif yang kalo dikerjakan sungguh-sungguh, bisa bikin kita mencapai derajat takwa (kan ceunah aktivitas produktif teh bentuk ketakwaan wekekek) dengan Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn.

 

bisa – tidak suka

Duileee cuma dua? Iya hahaha. Coba lihat ST30 saya. Kotak dalam dan kotak luar hampir selalu konsisten warnanya, artinya apa yang saya rasa saya bisa, saya juga suka. Apa yang saya rasa saya ga bakat, saya juga ga minat.

Controlling, kalo ke paksu sih katanya iya banget hahaha. Ngan jadi jelek gitu lho bentuknya. Collecting, sejauh ini yang saya suka kumpulin mah paling buku (yes i am a book hoarder), kain (udah ga tau lagi mau ditaro dimana itu kain-kain), dan tab di chrome, hahaha. Suka ada info menarik tapi belum sempet baca tapi bisi lupa link.

Awalnya saya masukin Advertising, Publicizing, Marketing, Coaching, Mentoring, Counselling, ama Teaching.  Mostly aktivitas educator dan marketer. Keduanya memang potensi kekuatan saya juga dan saya keluarin dari diagaram ini karena bukan ga suka yang ga sukaaaa gitu. Suka sih, tapi moody.

Intinya kuadran ini masih asyik lah dikerjakan kalo lagi mood atau emang kudu pisan karena dorongan dari luar. Medium komunikasi di kuadran 1 juga kepikiran vlog, karena dorongan eksternal. Euh gemes vlog semacam Gita Savitri teh kalah terkenal dibanding yang isinya “pacaran boleh tidur serumah sekamar sekasur”.

 

tidak bisa – suka

Nah, yang saya tidak bisa namun suka, ada dll-nya. Banyaaaak, tapi nyadar ga bisa jadi ya ga sering-sering amat dikerjain. Paling dikerjain kalo emang lowong atau emang kerjaan. Mostly aktivitas ini yang sering saya pake saat kerja wkwkwk. Wajarlah hasilnya biasa cenderung mendekati buruk wkwk.

Nah, yang 4 atas itu sebenernya masuk ke daftar potensi kekuatan berdasarkan analisa TM. Kata Abah Rama, asal terus-terusan dilatih, bisa masuk kuadran Bisa-Suka dan jadi aktivitas produktif.

Terutama dua yang ditebelin, itu ada di beberapa hasil analisa, namun tak pernah kukerjakan karena merasa tak mampu wkwk.

Btw, gambar-gambar di tulisan ini udah oke belum design-nya? Maap yah, belum sampe jam terbang dan bakatnya pas-pasan :))

 

 

tidak bisa – tidak suka

Kuadran ini juga ada dll-nya, yaitu semua aktivitas yang ga masuk kuadran yang lain. Rumus di kuadran ini adalah “siasati”. Seperti kata bu Septi, Tinggikan gunung bukan ratakan lembah”.

Beberapa hal tetep kudu dijalankan karena tugas kerumahtanggaan, kayak bookkeeping, cashiering, yang berkaitan dengan perduitan lah.

Sebetulnya gak bisanya bukan yang ekstrim gitu, cuma seandainya ada yang bisa mengambil alih, mending orang lain aja yang ngerjain haha. Namun, berhubung ga ada, yaudah kerjain aja.

 

 

Jadi, setelah bikin NHW 7, aktivitas produktif ini mau ditaro dimane di NHW 6? Wakakakak

Antara ngambil jatah family time dan couple time, atau ikhlas dengan “musim”. :p Bisa juga diperkecil lingkup manfaatnya ke keluarga inti dulu, jadi aktivitas produktif sebagai creator dan communicatornya dinikmati anak dan paksu dulu melalui aktifitas penting di NHW6. Misalnya menemukan konsep kegiatan main sehari-hari ama bayi, menemukan kegiatan beberes yang efektif supaya makin kece dan cekatan dan mengkomunikasikannya dengan paksu supaya bisa jadi we time yang berkualitas, menemukan menu-menu seru yang tentu sehat dan bergizi ga perlu selalu berpatokan pada buku resep, dan menemukan semakin banyak ilmu dan cara membaginya lagi di kegiatan me time.

Gitu lah, dibisa-bisain aja. Kita kan perempuan yaa.. otaknya otak jaring, corpus callosumnya tebal, abis lahiran dikasih bonus tambahan sambungan otak baru yang lebih kece pula sama Allah. Yuk ah smangat smangat! Bismillah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *