Merancang Action Plan untuk Memulai Peran Peradaban – #NHW8

Bismillahirrahmanirrahim

Jadi, NHW kali ini adalah sebagai berikut :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :

  1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)
  2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)
  3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
  2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)
  3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

 

Saya lamaaaaaaaaaaa banget mikirnya ngerjain ini hahaha

 

Sebelum memulai mengerjakan NHW 8 ini, saya mau minta maaf dulu kepada seluruh tim matrikulasi IIP batch 4 ini oleh karena saya belum berhasil mengosongkan gelas saat saya mengerjakan tugas kali ini.

Merancang action plan menggunakan prinsip BE-DO-HAVE adalah cara yang sudah biasa saya lakukan selama ini. Saya mendapatkan ilmu ini dari Alm Bu Linda Saptadji di Self Insight Awareness (SIAWARE) Training dan Self Transformation Training.

Saya baru mengerjakan tugas ini setelah bertanya-konfirmasi pemahaman-diskusi dengan suami, fasil grup saya, dan dengan teman sesama peserta yang juga alumni Siaware. Sebelumnya saya jadi ketuker-tuker antara BE dan HAVE. Lalu bingung kenapa perintah NHWnya bermula dari DO. Padahal di cemilan juga posternya begini :

be-do-have-zig-ziglar

 

Saat berdiskusi dengan suami, suami memberikan tulisan Mike Robbins berikut ini :

 

Selain itu, saya memang tidak bisa mengerjakan tugas ini dengan terlebih dahulu mengambil salah satu ranah aktivitas di kuadran SUKA dan BISA karena aktivitas saya di kuadran ini berupa 4 E activities dari Abah Rama, bukan jenis aktivitas sehari-hari. Sehingga saya perlu mengikuti paradigma BE DO HAVE dengan menjawab dulu BE saya apa.

Saya juga tidak bisa memilih hanya satu aktivitas untuk mencapai BE, DO saya akan banyak dan mungkin semua yang ada di kuadran 1.

be-do-have-route

Memang konsep BE DO HAVE ini paradigm shifting konsep lama bahwa kita baru bisa jadi sesuatu setelah punya ini dan itu. Saat Siaware, trainer menguatkan penjelasan ini dengan konsep filosofi pohon. BE itu seperti akar, DO itu seperti batang, dan HAVE itu seperti buah.

  • HAVE : Saat seseorang mengambil buah dari sebatang pohon, pohon itu tidak mati. Saat seseorang mengambil apa yang kita miliki, kita masih bisa mendapatkannya lagi.
  • DO : Saat seseorang menebang batang pohon, pohon itu juga bisa hidup lagi. Saat seseorang mengambil kemampuan kita mendapatkan sesuatu, kita masih bisa menggunakan cara dan kemampuan baru.
  • BE : Tapi saat seseorang mencabut akar pohon tersebut, tak perlu menunggu lama, pohon itu akan layu dan membusuk. Saat seseorang kehilangan siapa dirinya, nilai-nilai hidupnya, Buya Hamka mengatakan “Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja.”

Trainer tersebut menutup sesi penjelasan ini dengan sebuah kalimat,

“Inilah mengapa dalam bahasa Inggris, Manusia itu ditranslasikan dengan Human BEING, bukan Human Having atau Human Doing”.

 

Setelah diskusi dengan teman sesama peserta yang juga alumni Siaware, akhirnya kelihatan titik terangnya. Hasil diskusi kami adalah bahwa BE yang dimaksud NHW ini adalah Peran dalam menjalankan Misi Hidup. Sedangkan dari Siaware kami memaknainya dengan value atau sifat. Akhirnya. BE di NHW ini saya adaptasikan dengan pemahaman dari SIAWARE dan NHW sebelumnya.

 

Back to NHW, saya langsung jawab poin b dulu akhirnya. Begini hasilnya :

 

Saya ingin menjadi apa ? (BE)

Di NHW 7, saya menuliskan ada 2 peran terkuat diri saya, yaitu Creator dan Communicator. Saya akhirnya memilih Creator yang paling saya banget, lebih spesifiknya saya ingin membuat karya seputar self healing, self discovery, self improvement, dan child well-being.

 

Oya, saat saya googling tentang creator, lho kok ya pas sama definisi badak-bellydancernya ST, mana judulnya “you at your most powerful” pula :))

 

 

Saya ingin melakukan apa ? (DO)

Poin ini sekaligus menjawab poin a yaaa.. Untuk menjalankan peran peradaban yang saya pilih (creator), saya perlu melakukan semua yang ada di kuadran 1 NHW lalu, yaitu ideating, creating, synthesising, conceptualising, communicating, corresponding, presenting, spiritualizing, dan writing. 

Ideating : Melontarkan gagasan atas berbagai hal

Creating : Menggunakan imajinasi untuk menemukan suatu rancangan, produk, atau layanan yang baru

Synthesising : Mengintegrasikan ide dan informasi, kemudian mengkombinasikan berbagai ide dan informasi tersebut menjadi sesuatu hal yang baru.

Conseptualizing : Menyusun suatu perencanaan untuk dijadikan pedoman masa depan, berdasarkan apa yang dilihat, dialami, atau diyakini.

Communicating : Menyampaikan perasaan atau pikiran, dengan bahasa lisan, tulisan, atau gerak anggota tubuh, sehingga orang lain dapat mengerti apa yang disampaikan.

Corresponding : Komunikasi dengan cara bertukar pesan tertulis seperti surat, email, dan lain-lain.

Presenting : Menyampaikan informasi secara formal maupun informal dengan cara yang mudah dimengerti orang lain.

Spiritualizing : Aktivitas spiritual, seperti berdoa, berdzikir, introspeksi, memberi nasehat keagamaan, memberi teladan kepada orang lain, menyampaikan ceramah/khutbah, dan lain-lain.

Writing : Menulis artikel, ide, dokumen, cerita, atau alat bantu pendidikan.

Namun, untuk melaksanakannya di KM 0 (dikaitkan dengan NHW 4 dan NHW 6), saya akan memilih fokus di aktivitas ideating, creating, synthesising, conceptualising, spiritualizing, dan writing. Terutama aktivitas spiritualizing dan writing. Aktivitas yang saya lakukan adalah tazkiyatun nafs dari segala penyakit hati, terutama yang disebabkan unfinished business dan innerchild.

Weblog besar kemungkinan akan menjadi medium utama tempat saya mendokumentasikan action plan saya sehingga menjadi aktivitas produktif, medium lainnya dapat berupa karya tulis dan karya kreatif.

 

Saya ingin memiliki apa? (HAVE)

Jika berdasarkan aktivitas produktif yang memiliki wujud nyata, saya ingin meninggalkan jejak perjalanan menapaki misi hidup dalam bentuk karya tulis dan karya kreatif. 

 

3 Aspek Dimensi Waktu
Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Tentu saja kehidupan yang penuh makna, genuine and meaningful life, seperti identitas keluarga saya. Saya ingin menjadi hamba yang berharga dan berani di mata-Nya, ingin menjadi istri, ibu, anak, kakak, dan teman yang berharga dan berani.

 

Jika dikaitkan dengan produktivitas, saya ingin menjadi pencipta (creator) karya kreatif bertema child well-being. Saya akan memulai dari perjalanan tazkiyatun nafs saya, hal ini didasarkan karena anak yang well being berasal dari orangtua yang well being.

Nah… mau jadi creator yang seperti apa? Yang berjiwa bebas, yaitu yang:

  • hatinya bersih,
  • pikirannya jernih,
  • hidupnya seimbang, dan
  • kemampuannya berkembang.

Semua itu adalah wujud dari kontrak hidup saya di SIAWARE, precious and brave woman.

Di bawah tulisan BE saya tulis : “Hal yang paling penting dari sebuah karya cipta bukanlah karya itu. Hal terpenting dari sebuah karya cipta adalah pencipta itu sendiri.”

Allah tidak menjadi hebat karena ciptaanNya yang hebat-hebat, Allah juga tak menjadi buruk karena ciptaanNya yang berprilaku buruk. Allah tetap hebat karena memang Ia hebat. Kesadaran ini yang saya ambil bahwa dalam menjalankan peran hidup, yang paling penting adalah peningkatan kualitas diri saya, bukan hanya karya saya.

Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

Untuk mewujudkan karya cipta tersebut, saya perlu memiliki knowledge, network, modal, dan tim yang memadai. Ini juga sejalan dengan standar keshalehan keluarga saya : qodirun alal kasbi (mandiri secara finansial). Sesuai juga dengan timeline dari Grand Design Keluarga saya, di 5-10 tahun usia pernikahan harus sudah ada lini wirausaha. Jadi, strategic plannya apa? Punya lembaga berbadan hukum.

Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Berkaitan dengan kualitas diri, dalam setahun saya akan mengejar proses penyucian diri dulu. Hal ini penting sekali karena saya selalu terjebak suasana hati yang tidak menyenangkan saat melakukan aktivitas produktif. Entah itu was-was, merasa tidak layak, dll. Lalu, terkait produktivitas, saya perlu mengumpulkan knowledge terkait karya yang ingin saya buat. Membuat business model canvasnya, dan mengkliping benchmark yang sudah ada.

 

Demikianlah perencanaan saya dalam memulai peran peradaban ini, saya akan ajak suami untuk mengerjakan juga NHW dari MIIP agar proses menjalani peran dan misi hidup ada teman yang mengawani :p

2 Comments

  1. Novi

    Assalamu’alaykum teh,
    saya membaca blog teteh dan kebetulan saya juga sedang mengikuti matrikulasi IIP. Menarik teh tulisannya, ini NHW yang dikerjakan super dan niat banget :). Oh ya teh, kalau boleh tau, lembaga yang mengadakan seminar macam Siaware atau life purpose training apa ya teh ? Kebetulan saya domisili di Jakarta.
    Syukron teteh.
    Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *