Mom as an Agent of Change – NHW9

Bismillahirrahmanirrahim

 

Akhirnya, NHW terakhir MIIP XP

NHW kali ini diambil dari topik Bunda Shalehanya kurikulum IIP. Judulnya BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN.

Mendengar judul ini, saya jadi flashback ke masa-masa kuliah dulu. Yaitu, Peran Mahasiswa, wkwkwk. Berhubung dulu jadi mentor di 2 OSKM dan jadi pengurus Keluarga Mahasiswa, jadi apal banget sampe di luar kepala kalo mahasiswa itu Iron stock, Guardian of Value, dan Agent of Change.

Iron stock adalah manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Guardian of Value adalah penjaga nilai di masyarakat. Agent of Change alias agen perubahan atas masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Masa menjadi mahasiswa adalah masa halal salah dan trial error sehingga diharapkan saat terjun ke masyarakat sudah benar-benar menjalankan peran kemanusiaan tersebut.

Di Matrikulasi ini, IIP mengajak saya untuk terus menjalankan peran kemanusiaan tanpa terkendala status. Pandangan umum bahwa ibu adalah manusia rempong yang perlu banyak pemakluman atas minimnya peran sosial, justru diluruskan dengan tugas di NHW ini. Saya diajari untuk membuat tabel dan mengisinya. Ini lah tabel saya :

 

Child Well-being dan Self Awareness

Dua tema ini sebenarnya adalah tema yang sangat sangat berhubungan. Anak akan lebih mudah diupayakan agar hidup sejahtera jika orangtua sadar sepenuhnya tentang dirinya dan menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran. Sebenarnya, tanpa ilmu parenting yang tinggi sekalipun, setiap orang bisa menjadi orangtua yang hebat karena Allah sudah beri modal itu dalam bentuk materil maupun imateril.

Dalam bentuk materil diantaranya adalah struktur otak, anatomi tubuh, dan hormon yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Imaterilnya, berupa pemahaman dan ilham, tuntunan hidup berupa hadist dan alquran, serta pabalataknya ilmu dari para ahli.

Terkhusus orang-orang yang dianugerahi pemahaman dan ilham, ini banyaaaaaaaaaaak sekali contohnya. Ga perlu fasih ilmu parenting, mereka mengasuh anaknya dengan sangat baik.

Sedangkan Aku? Ilmu punya, paham why dan how iya, namun pas praktek tersandra trauma -_-. Dan ketika isu innerchild muncul, keluarlah itu ibu-ibu senasib sepenanggungan.

Bersama teman-teman di Gerakan SEMAI2045, Alhamdulillah saya udah mulai beberapa kampanye produk parenting yang bisa langsung dipraktekin ga perlu terbebas innerchild dulu.

Sedangkan soal innerchild saya berencana menggiatkan lagi menulis santai dengan humble content kata Ami mah XD, pengen juga bikin produk yang serius berupa Jurnal. Saya sebenarnya takut sekali menulis tentang ini karena banyak ahli dan jedi tentang topik ini. Belum lagi takut malah membuat oranglain merasa tidak nyaman.

Namun, setelah mendengar kajian ust Adi Hidayat, katanya salahsatu bisikan setan adalah bisikan yang membuat manusia tidak ingin atau tidak jadi beramal. Ada juga teman yang sharing kalo kita takut beramal tuh sebenarnya kita sedang riya’, jadi lurusin niaaaaaat hanya untuk Allah. Pamungkasnya curhat sama Ami, doi menguatkan dengan bilang, “walaupun tulisanku bermanfaat hanya untuk 1 orang tapi impactful, it’s enough ?”.

Selain tulisan, saya pengen lah suatu saat nanti punya geng buat merekam isi buku jadi audio. Saya ngerasa banget pas bayi masih piyik gini baca buku asa susaaaaaah banget. Mana otak jadi sering macet pula. Pengennya tuh masih bisa sambil belajar saat nyuci piring atau masak, jadi bukunya jadi audio aja gitu.

Oya, soal child well-being saya juga kepikiran beberapa produk, yang ini bisa aja dikomersilin sih. Sejenis tools yang menemani keluarga dalam pengasuhan lah intinya. Labelnya baru kepikiran Amora Lingua. Padahal itu ngasal pake google translate wkwk.

 

Habibook Hut

Yang ini adalah perpustakaan online buku anak berbahasa Indonesia dan atau buku-buku saya pribadi.

Ini sebenernya juga jawaban atas keresahan saya terhadap anak-anak komplek sebelah. Jadi, di samping rumah saya ada pohon dan kursi-kursi buat pos satpam istirahat yang dibikin oleh babeh saya. Namun, akhir-akhir ini anak-anak komplek sebelah jadi sering main di situ. Kata-katanya kasar dan masih piyik (ada yang masih SD) teh pada ngerokok. Ada juga anak perempuan berjilbab ikut ngerokok di situ.

Sampai hari ini saya belum bergerak apa-apa, tadinya mau lapor bu RT bisi ga semuanya anak komplek sebelah. Malah jadi runyam kalo ternyata anak sekomplek.

Jadi rencana saya, mau bikin perpustakaan di rumah khusus buku-buku anak dan naro mainan kayak ayunan atau perosotan di halaman rumah. Mudah-mudahan jadi mau main ke rumah dan bisa diajak ngobrol.

Oya, berhubung saya cuma IRT tanpa ART yang malas packing, saya kayaknya mau membatasi peminjaman buku cuma di area Bandung aja biar bisa pake gojek (ga usah packing rapi wkwk).

Gitu aja paling, ada sih kepengenan yang lain tapi ya segigit segigit aja dulu. Ceuk poster di ST mah :

Hasil gambar untuk little things that make a big difference

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *