Berhenti 15 Kata

Hari ini, adalah anniversary Miftahany ke 3. Tapi tadi pagi saya lupa, hahaha. Lalu ingat, dan sudah terlambat. Karena saya jadinya masak Soto Lamongan, ga masak yang spesial acan :p

Intro apa banget dah ini hahaha..

Nah, karena masak soto lamongan itu ribet bagian suwir-suwir ayamnya (lamaaa.. bikin geregetan), dan multitasking juga dengan cuci piring, akhirnya beberapa hal harus didelegasikan ke Paksu.

  1. Jemur baju
  2. Rapihin tempat sepatu

Namun, karena Paksu adalah makhluk berkromosom XY, kata Bu Elly Risman ngomongnya ga bole panjang-panjang. 15 kata berhenti, tunggu jawab, baru lanjut lagi.

Kenapa begitu? Emang otak laki-laki harddisk-nya kurang gede buat nyimpen kata (baca : secara neurosains otak verbal laki-laki tidak seberkembang otak perempuan. Laki-laki hanya menampung 7ribu kata, perempuan 20ribu kata. Ini kata Louanne Brezindine).

Gimana jadinya? Ucuy, bagi tugasnya gini yaa..

Kan jemuran penuh.. Ucuy pindahin dulu ke kamar. Abis itu jemur baju. Udah dicuci bajunya (berhenti).”

…dijawab : “Mau dipasang dimana jemurannya?

Jemurannya dipasang di depan aja. Soalnya ngejar biar cepet abis cuciannya. Biboy ajakin aja main di halaman (berhenti).”

…dijawab : OK

Abis itu rapihin tempat sepatu. Ganti sama rak yang ijo, yang rusak bisa dipake buat rak bunga ga ya? (berhenti)”

…dijawab : bisa kalo ga tinggi, tiga tumpuk aja.

Sukses? Alhamdulillah sukses tanpa ada yang kelewat atau ga sesuai instruksi. Oya, berhubung punya kinestetik juga dua-duanya, jadi pas komunikasi tangannya suka ikut kemana-kemana.

Rangkum aja ah yang atas :

Gaya Komunikasi Ala Laki-laki Auditori :

  1. Ucapkan secara jelas (artikulasi dan tujuan komunikasinya)
  2. Gunakan maksimal 15 kata
  3. Berhenti bicara setelah 15 kata, lalu tunggu jawaban atau respon balik
  4. Lanjutkan bicara setelah mendapat jawaban atau respon balik

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *