GameLevel4 : Berkomunikasi dengan Gaya Belajar -Day6

Kemarin lusa Paksu ke Jakarta lagi, lalu pulang tengah malam XD Ya nasib ngerapel tugas deh.

Tugas Paksu hari itu adalah deliver produk pesanan Telkom, yang dramanya sudah sejak berbulan lalu. Produk itu terlambat dibuat karena pemesan telat ngasih DP, namun deadlinenya ga mundur XD

Lalu, berhubung ada keinginan dari pemerintah (baik sih) untuk menggunakan part-part buatan dalam negeri dalam merakit produk itu, diturutilah dengan salahsatunya casing dari produk tersebut buatan lokal. Namun, susah banget cari vendor lokal yang bisa. Kata Paksu, ekosistem industri elektronik di Indonesia ini masih belum berkembang, karena keran impor kita terlalu tinggi. Sehingga, vendor produksi sisi hulu pun juga ga ada. Mau jualan ke siapa, ga ada pembelinya.

Singkat cerita, ketemu lah satu vendor yang berani bikin casing itu, rekomendasi Telkom juga. Namun, jengjenggggg.. hasilnya jelek banget. Kelihatan kayak mainan dan tintanya luntur. Ngasihnya juga malu wkwkwk. Direktur Telkom yang ngerekomendasiin juga malu buat ngasih produk itu ke Dirut. Mundur lagi, wkwkwk. Akhirnya casing itu impor juga dari Cina.

Nah, proses deliver yang kemarin lusa itu sudah pakai casing dari Cina, dan alhamdulillah diterima. Produksi masal dilanjutkan.

Nah, paksu cerita proses belajarnya dalam menangkap keinginan-keinginan client menggunakan pendekatan modalitas belajar sama dengan cara-cara yang kemarin diceritakan. Visual dengan menangkap gestur dan mimik, Auditori dengan menyimak intonasi, dan Kinestetik dengan jabatan tangan.

Namun, menurutnya, yang menarik dari pengamatan ini adalah bahwa proses belajar itu juga menjadi proses komunikasi yang efektif. Jadi, bukan hanya membaca bahasa komunikasi dari client saja, namun juga menjadi media komunikasi dari tim Paksu ke client sehingga mereka tetap memberikan kepercayaan kepada tim Paksu.

Betul, hal ini pernah saya alami sendiri juga. Yaitu ketika saya jadi fasiltator Siaware untuk PT PAMA. Waktu itu anggota grup yang saya fasilitasi berkata, “Mba, saya baru kali ini merasa dihargai dan dipahami, setiap kata-kata saya disimak dengan baik, bahasa tubuh saya diperhatikan dengan baik. Makasih ya Mba.”

 

 

#harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *