Wudhu dan Self Healing

Saat usia saya yang *tiiiiiiit ini, saya baru tahu ternyata wudhu itu sedemikian dahsyatnya. Hadist di poster itu penggalan, lengkapnya begini:

“Jika seorang hamba yang muslim atau mukmin berwudhu, ketika dia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya tersebut semua kesalahan yang dilakukan oleh pandangan matanya bersama dengan (tetesan) air atau tetesan air terakhir (yang mengalir darinya).

Ketika dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya tersebut semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama dengan (tetesan) air atau tetesan air terakhir (yang mengalir darinya).

Ketika dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dari kedua kakinya tersebut semua kesalahan yang dilakukan (dilangkahkan) oleh kedua kakinya, bersama dengan (tetesan) air atau tetesan air terakhir (yang mengalir darinya), sehingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa (yaitu dosa kecil, pen.)” (HR. Muslim no. 244).

Sedih ih baru tahu sekarang. Perbuatan ini sederhana, tapi saya suka “merapel” wudhu kalau saya ga batal. Tau gitu, saya mau wudhu terus aja setiap sholat.

Selain itu, gara-gara naskah hadist ini, saya jadi ingat ucapan Mba Eva dan Pak Asep. Bahwa proses healing itu bisa dilakukan dengan kegiatan sehari-hari. Saat wudhu, diniatkan juga untuk meluruhkan rasa marah, dendam, sakit, benci pada orang lain.

Bersama sejuknya air wudhu, kita bayangkan dan mintakan pada Allah, rasa marah, nyesek, sedih, kecewa, semua itu lumer, hanyut, terbawa air hingga hati dan tubuh kita bersih, dan sejuknya air itu memadamkan panasnya rasa marah dan dendam di dada, menggantinya dengan rasa tenang dan sejuk, rasa asih, rasa bahagia.

Kata Pak Asep dan Mba Eva, kuncinya di “niat”. Kalo ga niat, emosi itu juga ga lepas.

Saya jadi ingat juga, ceramah Ustadz Khalid Basalamah tentang ruqyah syar’iyah. Bacaannya apa sih? Bacaan “biasa” yang kita naca kalau sholat buru-buru atau mau tidur kan?

Tapi, kenapa setelah tidur meski baca doa itu tetap diganggu setan?

Kata Ustadz Khalid, kuncinya di “niat”. Kalau kita ga niatkan bacaan itu untuk melindungi diri dan mengusir jin, ya jin masih tetap ganggu. Lha jin nya juga hafal dan bisa jadi lebih fasih bacaannya daripada kita.

Nah, sedangkan wudhu membasuh dosa, kagak usah pake niat emang sudah dijanjikanNya.

Nah satu lagi nih, kita mau ga meniatkan lepaskan kedzaliman pada diri sendiri yang masih menyimpan marah, benci, merelakan rasa asih menguap karena panasnya dada.. Marah mah jangan tak gembol kemana-manaaaa.. Hempaskan bersama air wudhuuuu

Terkesan kayak hipnosis ya?

Iya memang hipnosis itu bukan orang setengah sadar trus dimantrain😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *